Minggu, November 22, 2009

PERANAN KAUM MUDA YANG MEMBANGUN DIRI DALAM KOMPETISI GLOBAL

Pada umumnya, generasi muda akan membangun diri dalam menghadapi suatu kompetisi global. Sebelumnya, apakah Anda sudah mengetahui maksud dari kalimat “Upaya generasi muda yang membangun kapasilitas diri dalam kompetisi global” ? dari kalimat tersebut kita dapat mengambil beberapa hal yang penting, yaitu :

· Generasi Muda à Kaum muda atau dapat juga dikatakan sebagai generasi penerus untuk menggantikan para generasi Tua

· Kapasilitas Diri à Ruang yang tersedia di dalam diri kita. Bukan maksud ruang kosong, tetapi suatu tempat yang menyimpan bakat atau keahlian yang kita miliki

· Kompetisi Global à Secara singkatnya, adalah pertandingan secara umum

Dari pemahaman diatas, dapat diperjelas bahwa setiap generasi muda memiliki upaya untuk membangun diri dalam menghadapi suatu perlombaan ataupun pertandingan yang diselenggarakan.

Generasi muda sering menghadapi beragam kompetisi global. Dalam menghadapi kompetisi tersebut, banyak para generasi muda yang ingin mencapai sesuatu yang diinginkan agar dapat mencapai hal tersebut, maka kita selaku generasi muda harus mampu menyelesaikan berbagai macam kriteria ataupun syarat-syarat yang harus terpenuhi. Dalam hal ini, bagaimanakah cara para generasi muda untuk memenuhi semua syarat-syarat tersebut ? maka para generasi muda harus memiliki upaya untuk membagun kapasilitas diri dalam menghadapi kompeti global.

Karangan ini bertujuan agar para generasi muda dapat mempersiapkan diri terlebih dahulu dalam menghadapi berbagai kompetisi yang diselenggarakan secara umum . maka dari itu penulis mengajak para generasi muda untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum kegiatan kompetisi berlangsung. Disamping itu, agar tercipta kejujuran dan ketenangan disaat kompetisi berlangsung.

Dewasa ini, para generasi muda sering menghadapi berbagai konflik maupun permasalahan. Terdapat dua masalah penting dalam menghadapi kompetisi global. Masalah-masalah tersebut, diidentifikasi dan dirumuskan dalam pertanyaan bagaimana keterampilan dan sumber daya yang dimiliki ? yang Pertama, tenttu saja kita harus mempunyai keterampilan yang lebih dibandingkan dengan pesaing kita. Jika kita memiliki keterampilan yang lebih rendah dari pesaing kita, maka kita harus memperbanyak aktivitas maupun kegiatan latihan. Begitu juga dengan peralatan, kita harus memiliki fasilitas peralatan yang lengkap agar dapat memmbantu perkembangan keterampilan yang kita miliki. Yang kedua, tentang sumber daya yang dimiliki tantangan kaum muda dalam kompetisi global meliputi perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan membuat terobosan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan pengembangan Intelektualitas lewat membaca. Kemampuan SDM yang terbatas menjadi faktor kelemahan terutama yang dialami para kaum muda yang berada di daerah terpencil ataupun pedesaan . kemampuan SDM yang rendah pada generasi muda menyebabkan latihan dalam membangun diri pada sektor-sektor tertentu kurang potensial. Akhirnya, dapat menyebabkan keterampilan dasar yang dimiliki oleh generasi muda akan melemah.

Lalu, bagaimanakah dengan pengembangan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi? Untuk dapat menjawabnya, kita harus mengumpulkan beberapa data ataupun fakta yang akhirnya dapat membantu kita. Pengembangan kualitas kelompok kaum muda dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi , kemudayaan dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat dan, berekpresi mutlak melakukan secara serius. Pendidikan yang berkualitas sangat menuntut penenuhan kebebasan berekspresi seluas mungkin. Kebebasan berekspresi dan memperoleh informasi melalui media juga merupakan hal vital dalam pengembangan diri yang berkelanjutan. Selain itu, bagaimana mempertahankan posisi dalam hal bersaing ? mempertahankan posisi dalam hal bersaing tidak muda dilakukan oleh para generasi muda yang terlibat didalamnya. Kita harus dapat bersikap optimis untuk menjadi pemenang dalam suatu kompetisi yang diadakan. Selain itu, kita juga tidak boleh menganggap rendah pesaing kita karena kemungkinan dibalik itu semua, ada keterampilan atau hal-hal baru yang dimilikinya yang lebih tinggi dari kita. Jadi, kata kuncinya adalah kita harus dapat menahan diri dalam melakukan hal yang sia-sia atau hal yang dapat memperlambat pengembangan keterampilan yang kita miliki. Jadi, bagaimana dengan refreshing diri ? refreshing diri itu boleh-boleh saja, hanya tidak boleh dilakukan secara terus menerus. Misalnya diadakannya refreshing diri setiap hari.

Menurut anda, bagaimana keadaan para generasi muda sekarang ini ? apakah para kaum muda sekarang ini sudah mandiri ? tentunya, para kaum muda sekarang ini belum dikatakan mandiri, karena para generasi muda tidak tahan merasakan pahitnya kehidupan yang ada dan hidup dengan tidak adanya tanggung jawab yang diterapkan dalam hidupnya. Seperti yang kita ketahui, para generasi muda sekarang banyak yang bermalas-malasan, sehingga mereka tidak mengetahui apa yang seharusnya mereka lakukan. Setiap ada kompetisi yang diselenggarakan, terlebih dahulu para generasi muda melihat syarat-syarat yang harus dipenuhi dan ketentuan yang berlaku. Jika ada syarat-syarat yang susah untuk terpenuhi, maka para generasi muda merasa lebih rendah dari pada pesaing. Apakah respon Anda tentang kejadian seperti itu ? secara otomatis kita tidak akan setuju dengan perbuatan seperti itu. Perbuatan seperti itu dapat membuat kita minder atau memiliki rasa kurang percaya diri akan keterampilan dan kemampuan yang kita miliki sendiri. Maka dari itu, janganlah kita meniru seperti itu karena hal tersebut hanya membuat kita semakin rendah dibandingkan dengan yang lain.

Bilamana generasi muda tak ingin tertinggal, dalam peran sertanya disegala lini kehidupan, untuk meraih cita-cita masa depan yang lebih baik, namun kedepan merupakan era kompetisi yang semakin ketat, maka mulai sekarang generasi muda harus mempersiapkan diri dalam menghadapi kompetisi global. Dengan demikian , generasi muda dituntut lebih banyak belajar untuk mengembangkan keahlian yang dimilikinya, baik dibidang teknologi maupun ilmu pengetahuan untuk membekali diri, seghingga mampu bersaing dalam mendapatkan sesuatu yang diinginkan dan dicita-citakan.

Generasi muda sekarang ini, semakin meningkatkan eksistensinya, untuk berbuat yang lebih baik bagi dirinya sendiri. Sesuai dengan potensi yang dimiliki, mari kita bersama-sama membangun keahlian dan keterampilan yang kita miliki. Selain dari itu, para Pemerintah Daerah juga harus meningkatkan kepeduliannya terhadap pemberdayaan generasi muda. Melalui kebijakan seperti itu, akan sangat dekat generasi muda terketuk hatinya, untuk berlomba-lomba dan lebih bersemangat dalam membekali diri. Generasi muda harus mempu mempersiapkan diri dengan bangus dan secara berkualitas, dalam menghadapi tantangan yang ada dari kompetisi global.

Kaum muda harus mempunyai upaya untuk membangun dirinya dalam menghadapi berbagai kompetisi. Yang pertama, kita jangan takut menghadapi berbagai kompetisi yang ada, bilamana kita harus memiliki keberanian yang tangguh dan mencobanya terlebih dahulu. Yang kedua, janganlah kita menganggap rendah kompetisi tersebut, karena jika kita menganggap rendah, maka hal itulah yang akan membuat kita untuk tidak berusaha mengembangkan keterampilan yang kita miliki atau sesuatu yang ingin kita capai. Yang ketiga, kita harus mengetahui samapi dimana tingkat IQ pesaing kita. Jika tingkat IQ lawan kita lebih tinggi dibandingkan dengan lawan kita, maka kita harus memperbanyak latihan. Yang keempat adalah para kaum muda harus mengetahui sampai dimana tingkat kecerdasanya sendiri. Ada tiga kecerdasan pokok yang harus kita latih agar dapat bermanfaat bagi kita. Tiga kecerdasan itu ialah :

· Kecerdasan Intelektual à Merupakan tingkat IQ atau kecerdasan yang ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Kita harus melatih kecerdasan IQ agar dapat menjadi orang yang profesional.

· Kecerdasan Emosional à Kecerdasan yang menyangkut tentang emosi. Kita harus dapat mengendalikan emosi kita dimanapun itu. Karena jika kita tak bisa mengendalikan emosi, maka kita tidak akan bisa melaksanakan sesuatu hal yang harus dikerjakan dalam sebuah kompetisi dengan baik. Misalnya, dalam melaksanakan beberapa hal disaat kompetisi berlangsung, kita cemberut dan marah karena tidak dapat melaksanakannya. Hal itu akan membuat kita putus asa.

· Kecerdasan Spiritual à Kecerdasan yang ada hubungannya dengan keagamaan yang menyangkut tentang Iman dan Taqwa (IMTAQ). Kita harus tetap memuliakan Allah kapan dan bagaimanapun keadaan yang kita alami sekarang.

Tiga kecerdasan pokok tersebutlah yang harus kita latih agar dapat menjadi orang yang sukses dan profesional dalam menghadapi kompetisi global.

Jadi, untuk memperingkatnya kita selaku generasi muda harus tetap mengembangkan keterampilan yang kita miliki, jangan menganggap rendah siapapun juga serta mengembangkan tiga kecerdasan pokok yang ada. Penulis mengajak generasi muda untuk tetap berjuang dalam melakukan tindakan apa saja dianggapnya benar. Kita harus mencoba terlebih dahulu sebelum berkata tidak bisa.

Akhir kata penulis mengatakan semoga karangan ini bermanfaat bagi siapapun juga yang akhirnya dapat menjadi pembangun diri ataupun pedoman dalam dirinya. Demikianlah karangan ini dibuat, penulis mengucapkan terima kasih.

Karya : Willy Barasa

2 comments:

Lex dePraxis mengatakan...

Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih telah berbagi, karena jujur saja saya merasa jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Kesuksesan memang harus dimulai dari dalam, serta dilakukan dengan penuh komitmen.

Saya pikir kita memang perlu saling mengingatkan satu sama lain tentang teori dan proses pengembangan diri. Dan sebagai referensi silang, Anda juga pasti bisa menemukan cerminan lainnya dalam tulisan saya yang berjudul Racun Pengembangan Diri. Sekedar untuk semakin menambah wawasan saja, semoga bisa membantu.

Salam kenal, sobat, senang bertemu dengan sahabat baru yang juga memiliki semangat untuk menginspirasi orang lain.

Lex dePraxis
Unlocked!

willybarasa mengatakan...

terima kasih atas komentar yang telah diberikan, saya akan buat ini menjadi pendorong untuk menjadi yang lebih baik.

Posting Komentar